Perserikatan Utama Inggris – Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

  • Share

Liga Utama Inggris atau Liga Premier Inggris (bahasa Inggris: English Premier League, EPL) adalah liga tertinggi dalam sistem liga sepak bola di Inggris. Kompetisi ini diikuti sang 20 klub, liga ini menerapkan sistem promosi dan degradasi dengan English Football League (EFL).

Premier League adalah sebuah perusahaan yang pada dalamnya klub peserta liga bertindak sebagai pemegang saham. Musim kompetisi dimainkan berdasarkan bulan Agustus sampai Mei, pada mana setiap tim bermain 38 pertandingan, dengan 19 pertandingan kandang dan 19 pertandingan tandang.[1]

Kompetisi ini didirikan menggunakan nama awal FA Premier League (Liga Utama Inggris FA) dalam 20 Februari 1992 setelah beberapa klub peserta Divisi Pertama Liga Inggris menetapkan buat memisahkan diri berdasarkan liga tadi yg telah didirikan dalam tahun 1888, & mengambil keuntungan dari kesepakatanhak siar televisi yang dinilai menguntungkan.[2] Kesepakatan tersebut bernilai 1 miliar poundsterling per demam isu 2013–2014, pada mana Sky dan BT Group sebagai pemegang hak domestik untuk menyiarkan masing-masing 116 & 38 pertandingan.[3] 22 klub bermain pada animo pertama liga.[4] Liga ini membentuk 2,dua miliar poundsterling per tahunnya menjadi hasil dari hak siar domestik & internasional.[5]

Liga ini menjadi perserikatan olahraga dengan penonton terbanyak pada global, menggunakan disiarkan pada 212 daerah ke 643 juta pemirsa pada rumah[6] & memiliki jumlah penonton potensial sebanyak 4,7 miliar.[7][8] Mayoritas stadion terisi penuh hampir mendekati kapasitasnya.[9] Liga Utama Inggris berada pada peringkat kedua dalam koefisien Liga UEFA dari pencapaian dalam kompetisi Eropa pada lima ekspresi dominan terakhir per 2019, dengan berada di belakang La Liga Spanyol.[10]

49 tim telah bermain sepanjang penyelenggaraan, di mana 47 klub berbasis pada Inggris dan 2 klub dari berdasarkan Wales, menjadikan perserikatan ini menjadi kompetisi lintas batas negara. Enam tim telah meraih gelar juara, yakni: Manchester United (20), Chelsea (6), Manchester City (6), Arsenal (3), Blackburn Rovers (8), Leicester City (2 sunting asal]Latar belakang[sunting sumber]

Meskipun beberapa klub bisa meraih kesuksesan yg relatif besardi kancah Eropa dalam 1970-an dan awal 1980-an, tetapi akhir 1980-an menandai titik rendah pada dunia sepak bola Inggris. Stadion yang hancur, fasilitas bagi pendukung yg tidak baik, maraknya hooligan, & pula larangan tampil bagi klub Inggris pada kompetisi Eropa selama 5 tahun setelah Tragedi Heysel pada tahun 1985.[11] Divisi Pertama, perserikatan sepak bola tingkat tertinggi sepak bola Inggris yang didirikan semenjak 1888, tertinggal di belakang liga lainnya, misalnya Serie A pada Italia ataupun La Liga Spanyol, baik dalam jumlah pendapatan maupun kehadiran, serta berpindahnya pemain unggulan Inggris ke luar negeri.[12]

Pada tahun 1990-an tren tadi mulai berubah, di mana dalam Piala Dunia FIFA 1990, tim nasional Inggris mencapai babak semifinal & UEFA mencabut embargo 5 tahun terhadap klub-klub Inggris buat bermain pada kompetisi Eropa pada tahun 1990, sehingga Manchester United berhasil mengangkat Piala Winners UEFA pada tahun 1991. Laporan Taylor tentang standar keselamatan stadion diterbitkan pada Januari 1991, yang mana laporan itu mengusulkan peningkatan kualitas stadion dengan membuat semua stadion memiliki tempat duduk, sehingga akan diharapkan porto yg cukup tinggi. Hal ini terkait dengan Tragedi Hillsborough yg terjadi dalam 15 April 1989.[13]

Pada tahun 1980-an, klub-klub akbar Inggris telah mulai bertransformasi menjadi bisnis bisnis dengan menerapkan prinsip-prinsip komersial pada administrasi klub buat memaksimalkan pendapatan. Martin Edwards menurut Manchester United, Irving Scholar berdasarkan Tottenham Hotspur, dan David Dein dari Arsenal menjadi beberapa pemimpin pada transformasi ini.[14] Hal ini mengakibatkan klub papan atas berusaha untuk menaikkan kekuatan mereka, sebagai akibatnya klub yang bermain pada Divisi Satu mengancam akan melepaskan diri dari Football League buat menaikkan kekuatan suara & mengatur keuangan secara lebih menguntungkan dengan cara merogoh 50% bagian berdasarkan seluruh pendapatan televisi dan sponsor dalam tahun 1986.[14] Mereka meminta agar perusahaan televisi membayar lebih buat warta pertandingan mereka,[15] & pendapatan dari televisi sebagai semakin krusial pada mana The Football League mendapat 6,tiga juta poundsterling buat perjanjian selama dua tahun pada tahun 1986, namun dalam konvensi beserta ITV pada tahun 1988, harganya naik tajam menjadi 44 juta poundsterling buat durasi empat tahun, di mana klub papan atas merogoh 75% pendapatan.[16][17] Dalam perundingantersebut, masing-masing klub Divisi Pertama mendapat kurang lebih 25 ribu poundsterling per tahun dari hak siar televisi sebelum tahun 1986 & semakin tinggi lebih kurang dua kali lipat berdasarkan perundingandalam tahun 1986, dan melonjak menjadi 600 ribu poundsterling dalam tahun 1988.[18] Negosiasi pada tahun 1988 dilaksanakan di bawah ancaman berdasarkan sepuluh klub yang berencana meninggalkan perserikatan untuk membangun “perserikatan super”, tetapi mereka berhasil dibujuk buat permanen berada pada perserikatan, namun kemudian merogoh jatah laba yang akbar.[16][19][20] Negosiasi tersebut juga meyakinkan klub-klub besarbahwa buat mendapat jumlah suara yang cukup, mereka memerlukan holistik Divisi Pertama bersama mereka alih-alih “perserikatan super” yang lebih kecil.[21] Pada awal 1990-an, klub-klub akbar kembali mempertimbangkan buat keluar, lantaran pada waktu itu mereka harus mendanai porto perawatan stadion, sebagaimana yang diusulkan pada Laporan Taylor.[22]Pembentukan[sunting asal]

Pada tahun 1990, direktur pelaksana London Weekend Television (LWT), Greg Dyke, bertemu dengan perwakilan berdasarkan lima klub sepak bola besardi Inggris (Manchester United, Liverpool, Tottenham, Everton, dan Arsenal) saat makan malam.[23] Pertemuan itu guna membuka jalan bagi mereka keluar menurut The Football League.[24] Dyke percaya bahwa akan lebih menguntungkan bagi LWT jika hanya klub-klub akbar yang ditayangkan pada televisi nasional dan beliau ingin memastikan apakah klub-klub itu akan tertarik pada bagian yg lebih akbar menurut pendapatan hak siar televisi.[25] Kelima klub setuju menggunakan saran itu & menetapkan buat meneruskannya, meskpun perserikatan tadi nir akan mempunyai kredibilitas tanpa dukungan berdasarkan The Football Association, sehinngga David Dein menurut Arsenal mengadakan pembicaraan buat melihat apakah FA dapat mendapat wangsit tadi. FA tidak memiliki interaksi yg sangat baik dengan Football League saat itu, dan menganggapnya sebagai cara buat melemahkan posisi Football League.[26] The FA merilis laporan dalam Juni 1991, Blueprint for the Future of Football, yg mendukung planning Liga Utama dengan FA menjadi otoritas tertinggi yg akan mengawasi perserikatan.[21]

Pada penutupan isu terkini 1991, sebuah proposal diajukan, dengan tujuan untuk membentuk suatu liga baru yg akan menaruh lebih poly uang ke dalam keseluruhan permainan. Kesepakatan para pendiri (The Founder Members Agreement) ditandatangani pada 17 Juli 1991 oleh klub papan atas yg menandai pendirian dasar buat persiapan Liga Utama FA (FA Premier League).[27] Divisi taraf atas yg baru dibentuk ini, mempunyai independensi pada hal komersial yg terlepas menurut The Football Association & Football League, sehingga liga ini dapat menegosiasikan sendiri kesepakatanhak siar dan sponsor. Argumen yg diberikan ketika itu adalah pendapatan tambahan yg memungkinkan klub Inggris buat bersaing menggunakan klub lain di Eropa.[12] Meskipun Dyke memainkan kiprah krusial pada pembentukan liga ini, Dyke & ITV kalah pada pencalonan hak siar setelah BSkyB memenangkan pencalonan menggunakan tawaran 304 juta poundsterling selama 5 tahun, beserta menggunakan BBC yang berhak menyiarkan rangkuman cuplikan dalam Match of the Day waktu itu.[23][25]

Pada tahun 1992, klub-klub Divisi Pertama mengundurkan diri secara massal berdasarkan Football League, & dalam 27 Mei 1992, Liga Utama FA (FA Premier League) didirikan sebagai perseroan terbatas yg bekerja di luar markas The FA di Lancaster Gate.[12] Hal ini menandai perpisahan Football League yang sudah berjalan selama 104 tahun dengan empat divisi, sementara Liga Utama hanya mempunyai satu divisi dan Football League kemudian berjalan menggunakan 3 divisi. Tidak terdapat perubahan pada format kompetisi, dengan jumlah tim yang sama yang bermain pada taraf tertinggi, & sistem promosi & degradasi antara Liga Utama dan Divisi Pertama yg baru permanen berjalan sama seperti antara Divisi Pertama dan Kedua yang usang, pada mana 3 tim terdegradasi & 3 tim dipromosikan ke taraf yang lebih tinggi.[20]

  • Share